Menurun Ayah ke Anak, Komunitas VW Mantapkan Eksistensi di Usia 35

Menurun Ayah ke Anak, Komunitas VW Mantapkan Eksistensi di Usia 35

Komunitas Volkswagen Van Club (VVC) Jakarta melakukan syukuran atas eksistensi mereka ke-35 tahun di Taman Lalu Lintas Bumi Perkemahan Cibubur, belum lama berselang. Boleh dibilang, ini adalah klub VW tertua di Indonesia khusus tipe van (tipe-2).

Selain tumpengan dan berdoa demi kelangsungan klub, ajang silaturahmi dan syukuran ulang tahun ke-35 tahun ini diisi dengan laporan pertanggungjawaban pengurus atas beberapa agenda klub yang telah dilakukan.


Selain itu ada hiburan musik, lomba mewarnai dan melukis bagi anak-anak, diskusi masalah seputar problem teknis dan kelangkaan suku cadang, perencanaan agenda family touring hingga akhir tahun ini, serta penetapan Project Officer untuk kegiatan touring tahun 2017 mendatang.

Usia ke-35 tahun bagi sebuah klub tidaklah mudah untuk bisa eksis dan aktif.

Proses membangun makna dan aksi dari kebersamaan, gotong-royong, dan kekeluargaan menjadi 3 kata kunci hingga akhirnya klub ini bisa terus langgeng dan menjadi panutan klub-klub otomotif lainnya, khususnya berbagai klub VW yang ada di Tanah Air.

VVC telah terbukti mampu melakukan berbagai kegiatan, dari family touring sebagai agenda wajib, pameran, balap VW, bursa, hingga bakti sosial, pernah dan selalu dilakukan.

“Kami berkumpul hari ini utamanya untuk mensyukuri nikmat Tuhan yang diberikan ke kami semua, sehingga sampai sekarang ini masih diberi kesempatan dan bisa terus eksis serta menikmati hobi dengan kombi-kombi kesayangan kami ini. Syukur alhamdulillah,” ujar Irjen Pol. (Purn) Pamudji R. Soetopo, Ketua Umum VVC.


Sejalan dengan HUT ke-35, pembenahan diri organisasi pun terus dilakukan.

Dalam acara syukuran 35 tahun ini, pengurus VVC juga melakukan registrasi ulang bagi para anggotanya yang aktif maupun tidak aktif. Hal ini perlu dilakukan agar lebih tertib secara organisasi dan mendukung proses regenerasi kepengurusan yang berkelanjutan.


“Registrasi ulang diharapkan bisa memberikan data valid para anggota yang aktif dengan kombinya, aktif tapi sudah tidak memiliki kombi, dan tidak aktif namun masih menyimpan unit kombinya. Ini tentunya sekaligus mengajak mereka agar bisa kembali aktif agar klub milik bersama ini bisa terus ada,” tandas H. Aldy Gondokoesoemo, Ketua Harian VVC.

Dari data yang ada, tercatat nomor keanggotaan VVC sudah melebihi 500 orang.

Namun diakui tidak semuanya aktif. Inilah kemudian yang menjadi pekerjaan rumah VVC untuk dibenahi guna mendukung berputarnya roda organisasi.

Namun H. Aldy masih bersyukur karena hingga saat ini masih banyak anggota VVC yang aktif dan mendukung kesuksesan beberapa program yang telah ditentukan oleh pengurus.


“Satu keunikan VVC lainnya, beberapa nomor lambung anggota kini sudah beralih ke para anak-anaknya yang kini melanjutkan hobi orang tuanya. Dan, mereka kini cukup aktif mengikuti berbagai agenda klub,” imbuh H. Aldy lagi.

“Pokoknya meski kombi sudah tidak ada, silaturahmi dan persaudaraan terus berlanjut. Inilah indahnya kebersamaan,” timpal Harvyanto Suharto, yang sudah menerima estafet amanat nomor lambung keanggotaan dari ayahnya.

source :
https://6lyciyx9082s43.storage.googleapis.com/index_9.html
https://i2auy1qtrkjmcq.storage.googleapis.com/index_10.html
https://28yr0b3q8hc48q.storage.googleapis.com/index_11.html
https://urofztbpj32548.storage.googleapis.com/index_12.html
https://wpcbkcyayxhuc6.storage.googleapis.com/index_13.html
https://39vq53875e12n7.storage.googleapis.com/index_14.html
https://aoha0xg78hs5ig.storage.googleapis.com/index_15.html
https://6r98c61lxq5ku0.storage.googleapis.com/index_16.html
https://l2ehwe971ptxa5.storage.googleapis.com/index_17.html
https://31a1r5lu4ybpso.storage.googleapis.com/index_18.html