Vinales: Dua Kemenangan Beruntun Di Yamaha Bagai Mimpi!

Vinales: Dua Kemenangan Beruntun Di Yamaha Bagai Mimpi!

Pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales kembali menegaskan bahwa dirinya merupakan momok terbesar musim ini dengan kembali meraih kemenangan di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, Minggu (9/4), yakni kemenangan keduanya usai seri pembuka di Losail, Qatar dua pekan lalu. Dalam sesi jumpa pers, ia pun mengaku dirinya bagai bermimpi.

Memulai balapan dari posisi keenam, Vinales menjalani start yang cukup baik hingga mampu menyalip para rival dan bisa menempel rider LCR Honda, Cal Crutchlow. Pada lap ketiga, ia berhasil menyalip rider Inggris tersebut dan duduk di posisi kedua, sebelum akhirnya mengambil alih pimpinan balap usai Marc Marquez terjatuh dan gagal finis.

“Rasanya seperti mimpi dan begitu menakjubkan. Saya ucapkan terima kasih kepada tim karena mereka telah bekerja sangat keras. Ini tak hanya kemenangan saya, melainkan kemenangan tim juga, karena mereka luar biasa. Saya merasa sangat kuat sejak hari Jumat pada dua seri pertama ini dan ini sangat penting,” ujarnya seperti yang dilansir Crash.net.

Pembalap Spanyol berusia 22 tahun ini pun kian percaya diri menghadapi seri berikutnya di Circuit of The Americas, Austin, Texas, Amerika Serikat pada 21-23 April mendatang.

“Untuk balapan berikutnya kami harus mencoba mempertahankan tren ini. Tim saya sangat termotivasi dan Yamaha punya performa yang sangat baik. Seri demi seri saya merasa lebih kuat dan saya sangat senang serta puas karena dua kemenangan beruntun sangatlah menakjubkan,” pungkasnya.

Berkat kemenangan di Qatar dan Argentina, Vinales yang merupakan juara dunia Moto3 2013 ini kian kokoh di puncak klasemen pembalap dengan koleksi 50 poin, unggul 14 poin dari sang tandem, Valentino Rossi yang ada di peringkat kedua.

source :
https://w9nry63x8wxm2t.storage.googleapis.com/index_86.html
https://wrct1wj0yw6qkx.storage.googleapis.com/index_87.html
https://m0ebx29jms6bhm.storage.googleapis.com/index_88.html
https://zjen77cuxxjnvp.storage.googleapis.com/index_89.html
https://l7zn5k6l70c136.storage.googleapis.com/index_90.html
https://yw42oxbae1iomb.storage.googleapis.com/index_91.html
https://soj6zoc9unqq3j.storage.googleapis.com/index_92.html
https://3936fqvlctbgef.storage.googleapis.com/index_93.html
https://axfh0y2la2vuqt.storage.googleapis.com/index_94.html
https://cjxkqnu5suc5sc.storage.googleapis.com/index_95.html

Argentina Sirkuit Favorit, Rossi Tekad Naik Podium Lagi

Argentina Sirkuit Favorit, Rossi Tekad Naik Podium Lagi

Sukses menghapus keraguan selama pramusim dengan menapaki tangga podium MotoGP Qatar dua pekan lalu, asa Valentino Rossi pun kian melambung dalam menghadapi MotoGP Argentina akhir pekan ini. The Doctor pun kembali bertekad menapakkan kaki di podium.

Rossi yang terseok-seok dan tak cukup kompetitif selama uji coba pramusim, kembali kesulitan selama menjalani sesi latihan di Qatar, namun secara mengejutkan malah menggebrak saat balapan digelar, di mana ia bisa finis ketiga dan naik podium, hanya tertinggal 1,928 detik dari Maverick Vinales.

“Qatar bukan awal yang mudah dalam memulai musim baru. Kami bekerja sangat keras selama masa uji coba pramusim, dan sepanjang akhir pekan di Qatar kami bisa memperbaiki beberapa hal, terutama area depan motor. Balapan berjalan dengan sangat baik dan saya sangat senang bisa naik podium,” ujarnya dalam rilis resmi tim.

Rossi juga memiliki catatan prestasi yang cukup baik di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Ia berhasil finis keempat pada balapan pertama MotoGP di sirkuit tersebut pada 2014 lalu, sukses meraih kemenangan pada 2015 dan finis kedua tahun lalu. Catatan inilah yang memotivasi Rossi untuk tampil baik akhir pekan nanti.

“Kini kami akan pergi ke Argentina. Saya sangat menyukai lintasannya dan saya senang balapan di sana. Semoga tahun ini aspalnya dalam kondisi yang lebih baik karena tahun lalu begitu sulit bagi kami. Kami akan mencoba bekerja lebih baik dan kembali mencoba naik podium!” pungkas rider Italia berusia 38 tahun ini. (ymg/kny)

source :
https://qpble7tmjim0jn.storage.googleapis.com/index_88.html
https://l9wwj577492juk.storage.googleapis.com/index_89.html
https://pvvrxx536mmqfv.storage.googleapis.com/index_90.html
https://1m1hsylyltk31m.storage.googleapis.com/index_91.html
https://90acbun19i2mgx.storage.googleapis.com/index_92.html
https://tr323jg3o2wv15.storage.googleapis.com/index_93.html
https://eqnkr1win23zyb.storage.googleapis.com/index_94.html
https://95l7na27jl67l7.storage.googleapis.com/index_95.html
https://fove4cpubeg3h9.storage.googleapis.com/index_96.html
https://qh61sl8sm3r6sa.storage.googleapis.com/index_97.html

Bos Tech 3 Tak Mau Zarco Disebut Rookie Gila

Bos Tech 3 Tak Mau Zarco Disebut Rookie Gila

Pimpinan Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal memberi pembelaan kepada Johann Zarco yang mendapat kritikan pedas dari beberapa pihak pasca terjatuh di MotoGP Qatar, yakni saat memimpin balapan dari lap pertama sampai lap ketujuh. Meski kecewa Zarco gagal finis, Poncharal tetap memberi pujian atas kerja kerasnya.

Zarco yang start dari posisi keempat, memang melesat ke posisi kedua pada Tikungan 2 Sirkuit Losail, dan mengambil alih pimpinan balap dari Andrea Iannone di Tikungan 6. Sayang, ia terjatuh pada lap ketujuh dan membuat asa Poncharal dan Tech 3 meraih kemenangan perdana sirna begitu saja.

“Jika Anda seorang rookie dan memimpin balapan perdana Anda di MotoGP sejak lap pertama, Anda bisa bayangkan apa yang kami rasakan; kami bermimpi! Johann terlihat sangat aman dan rider lain terlihat lebih kesulitan. Tapi ketika kami melihat Johann di gravel, saat itulah mimpi kami musnah,” ujar Poncharal kepada Crash.net.

Pria Prancis ini pun mengaku perasaannya campur aduk melihat aksi Zarco. Menurutnya, performa Zarco saat uji coba dan pekan balap di Qatar bukan kebetulan. “Saya menghormati semua rider, namun Johann nyaris membuat mereka semua – bukan bodoh – tapi kami berpikir, “apa yang sedang terjadi!” Ini sebuah kisah menakjubkan,” tuturnya.Johann Zarco (c) Tech 3

Akibat hasil ini, beberapa pihak menyebut juara dunia Moto2 2015-2016 tersebut terlalu ngotot, melupakan statusnya sebagai debutan yang secara teori harus lebih tenang dalam menjalani masa adaptasi. Meski begitu, Poncharal membantah semua asumsi ini, asumsi yang pernah ia dapat saat Tech 3 menaungi Cal Crutchlow pada 2011-2013.

“Orang berkata, “dasar rider muda gila, kelewat ingin pamer, tak terkendali, tipikal rider tim satelit”, seperti yang mereka semua katakan ketika kami menaungi Cal. Apa yang terjadi biarlah terjadi. Saya sudah bertahun-tahun terlibat di dunia balap, saya kerap mengalami kekecewaan, dan kali ini begitu besar. Kami tak bisa finis. Sesederhana itu,” pungkasnya. (cn/kny)

source :
https://t2hkhu4xr9e4ms.storage.googleapis.com/index_78.html
https://5fmch5l741i6cg.storage.googleapis.com/index_79.html
https://08tchvsq3oph55.storage.googleapis.com/index_80.html
https://i4zaeaxf74gtqz.storage.googleapis.com/index_81.html
https://yugzxz9uef6wfo.storage.googleapis.com/index_82.html
https://m39l23c1guvsj0.storage.googleapis.com/index_83.html
https://ucv8gsqe560o5s.storage.googleapis.com/index_84.html
https://jlcko3vz6mqpps.storage.googleapis.com/index_85.html
https://iboe0y6s8cpajn.storage.googleapis.com/index_86.html
https://zyo84ht4n3qmyk.storage.googleapis.com/index_87.html

Dovizioso: Ducati Selalu Tampil Baik Di Argentina

 Dovizioso: Ducati Selalu Tampil Baik Di Argentina

Menyusul finis kedua dan podium yang ia raih di MotoGP Qatar dua pekan lalu, rider Ducati Corse, Andrea Dovizioso bersemangat menghadapi MotoGP Argentina yang digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo akhir pekan nanti. Hal ini disampaikan rider Italia tersebut melalui rilis tim.

Catatan Ducati di sirkuit ini memang tak terlalu buruk. Dalam penyelenggaraan MotoGP pertama di Termas de Rio Hondo pada 2014 lalu, Dovizioso finis kesembilan, namun sukses finis kedua pada 2015. Ia juga nyaris naik podium tahun lalu sebelum tertabrak Andrea Iannone tepat di tikungan terakhir hingga terpaksa finis di posisi 13.

“Sirkuit ini sangat unik: kondisinya terus berubah sejak hari Jumat, di mana lintasannya sangat berdebu. Pada hari Minggu, biasanya kami selalu mendapati kondisi terbaik saat balapan, karena kondisinya membaik di setiap sesi. Bagaimanapun Termas merupakan lintasan yang menyenangkan dan kami selalu tampil baik di sana,” ujarnya.

Dengan prestasi yang baik dan berbagai faktor pendukung, Dovizioso pun bersemangat mengulang hasil baik di Argentina akhir pekan ini. Apalagi uji coba tertutup yang digelar Ducati di Sirkuit Jerez, Spanyol pekan lalu membuahkan hasil yang positif.

“Kami akan menghadapi pekan balap di Argentina dengan semangat menyusul hasil baik di Qatar dan uji coba di Jerez, yang terbukti cukup positif dan membuat kami berhasil menyelesaikan beberapa pekerjaan dengan baik,” tutup Dovizioso yang kini berada di peringkat kedua pada klasemen pembalap dengan 20 poin. (duc/kny)

source :
https://3b1qfau5ifztjr.storage.googleapis.com/index_58.html
https://8qqsui7fh862s0.storage.googleapis.com/index_59.html
https://e4x298c04o5i4h.storage.googleapis.com/index_60.html
https://g1z09l8ba3qrn7.storage.googleapis.com/index_61.html
https://oav4x4v0qnuup2.storage.googleapis.com/index_62.html
https://wyhq50p3riem2k.storage.googleapis.com/index_63.html
https://a3nehtw7yon7ux.storage.googleapis.com/index_64.html
https://30acft22nxobjz.storage.googleapis.com/index_65.html
https://ir01j9vm4wgoow.storage.googleapis.com/index_66.html
https://l95mxat3kjrio7.storage.googleapis.com/index_67.html

Hadapi MotoGP Argentina, Lorenzo Move On Dari Qatar

Hadapi MotoGP Argentina, Lorenzo Move On Dari Qatar

Meraih hasil yang tak memuaskan di MotoGP Qatar dua pekan lalu, rider Ducati Corse, Jorge Lorenzo bertekad “move on” dan fokus menghadapi seri kedua yang digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina akhir pekan nanti, demikian yang disampaikan rider Spanyol ini melalui rilis resmi tim.

Dalam pekan balap di Qatar, Lorenzo memulai balapan dari posisi 12 dan harus susah payah melawan Scott Redding, Jack Miller, Alex Rins dan Jonas Folger demi memperbaiki posisi. Sayangnya, ia hanya mampu finis ke-11, hasil yang tak sesuai dengan ekspektasinya dalam menjalani debut bersama Ducati.

“Di Qatar, kami tak memulai musim baru dengan cara yang kami inginkan, tapi kami telah membuka halaman baru dan fokus pada balapan berikutnya. Saya tak sabar menanti GP Argentina dimulai jadi saya bisa menambah jarak tempuh dan pengalaman di Ducati,” ujar lima kali juara dunia.

Sirkuit Termas de Rio Hondo dikenal tak cukup bersahabat dengan Lorenzo, dan ia tercatat belum pernah meraih kemenangan di sana. Pada penyelenggaraan MotoGP pertama di sirkuit tersebut pada 2014 lalu, ia finis ketiga dan finis kelima pada tahun 2015. Tahun lalu, ia bahkan terjatuh dan gagal finis.

“Meski saya selalu kesulitan di Termas, lintasannya istimewa. Tahun lalu Ducati tampil sangat baik dan saya rasa saya bisa memperbaiki performa. Kami harus tetap fokus dan mencari setup yang tepat agar saya bisa segera melaju cepat, karena di Argentina segalanya baru bagi saya bersama Ducati,” pungkasnya. (duc/kny)

source :
https://sol2ssl37f5puy.storage.googleapis.com/index_38.html
https://ge31jze9rsp6rx.storage.googleapis.com/index_39.html
https://gkc4x1r5sflj7s.storage.googleapis.com/index_40.html
https://fcuar8wxoa2j5j.storage.googleapis.com/index_41.html
https://fxv634r90lkha5.storage.googleapis.com/index_42.html
https://ttg44befbogw65.storage.googleapis.com/index_43.html
https://aah3qftorj2p6m.storage.googleapis.com/index_44.html
https://r6y47ujqawnrzq.storage.googleapis.com/index_45.html
https://31h45hsvl32e3y.storage.googleapis.com/index_46.html
https://97kg8shhax8yqp.storage.googleapis.com/index_47.html

Rins Hadir Di MotoGP Argentina, Iannone Tetap Optimis

 Rins Hadir Di MotoGP Argentina, Iannone Tetap Optimis

Debutan Suzuki Ecstar, Alex Rins dinyatakan fit untuk bepergian ke Argentina akhir pekan ini menyusul kecelakaan motocross yang ia alami pekan lalu. Ia pun akan kembali menjalani pemeriksaan medis sebelum pekan balap dimulai untuk menentukan apakah ia cukup fit untuk turun lintasan.

Akibat kecelakaan motocross ini, Rins mengalami keretakan parsial pada tulang talus (mata kaki) pada kaki kanannya. Meski tak mengalami dislokasi, kaki Rins sempat mengalami pembengkakan. Setelah sepekan pemulihan, ia mulai bisa berjalan meski belum nyaman dan engkelnya belum bisa bergerak normal.

“Qatar merupakan pengalaman yang menyenangkan, dan saya tak sabar merasakannya lagi di Argentina yang merupakan sirkuit yang saya sukai. Saya yakin kami akan tampil baik. Cedera saya tak parah namun butuh waktu untuk sembuh. Semoga takkan terlalu mengganggu mengingat saya bersemangat untuk terus belajar bersama Suzuki,” ujarnya.
Sementara itu, rekan setim Rins, Andrea Iannone bertekad untuk tampil baik di Argentina, menyusul hasil gagal finis yang ia peroleh di MotoGP Qatar dua pekan lalu. Rider Italia ini mengaku kian nyaman mengendarai GSX-RR dan yakin Sirkuit Termas de Rio Hondo bakal bersahabat dengan Suzuki.

“Saya senang memulai seri kedua musim ini. Bukan rahasia bahwa saya ingin “pulih” dari kekecewaan di Qatar. Saya rasa Argentina akan menjadi sirkuit yang cocok bagi kami dan saya sangat menyukainya. Semoga kondisi lintasan bakal bagus. Biasanya sangat berdebu dan butuh waktu untuk mendapat grip yang baik. Semoga tahun ini lebih baik,” pungkasnya. (sr/kny)

source :
https://f1ettkbfmriphi.storage.googleapis.com/index_28.html
https://iam1r7o90xn6up.storage.googleapis.com/index_29.html
https://rsfpzhqyiv9orx.storage.googleapis.com/index_30.html
https://gcowrao4wlyne2.storage.googleapis.com/index_31.html
https://wosm4k6ao7y6l1.storage.googleapis.com/index_32.html
https://l8mnia1oiyboup.storage.googleapis.com/index_33.html
https://8mzhx2l7jc9apg.storage.googleapis.com/index_34.html
https://fjjlc9vxnsrl6n.storage.googleapis.com/index_35.html
https://64pk4mn30576gf.storage.googleapis.com/index_36.html
https://vw9nsxgyx2l778.storage.googleapis.com/index_37.html

MotoGP Argentina 2017, Grand Prix Ke-350 Valentino Rossi

MotoGP Argentina 2017, Grand Prix Ke-350 Valentino Rossi

Menghadapi MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo akhir pekan ini, Valentino Rossi akan menggores sejarah baru. Turun di Grand Prix motor dunia sejak 1996, rider asal Italia ini akan menjalani Grand Prix-nya yang ke-350. Angka yang fantastis bukan, Bolaneters?

Rossi menjalani debut di kelas GP125 pada 1996 di Shah Alam, Malaysia dan tak pernah melewatkan satu pun balapan sampai ia mengalami kecelakaan hebat dalam sesi latihan bebas MotoGP Italia 2010 di Sirkuit Mugello. Ia pun mengalami cedera kaki dan harus absen di empat seri, yakni Italia, Inggris, Belanda dan Catalunya.

Uniknya lagi, dalam 22 tahun keikutsertaannya di Grand Prix, sembilan kali juara dunia ini berhasil meraih podium di setiap musim, meski hanya mampu meraih satu podium pada tahun 2011, yakni saat ia masih membela Ducati Corse.

Selain akan menjalani balapannya yang ke-350, The Doctor juga akan turut serta dalam balapan Grand Prix ke-888. Menurut MotoGP.com, hal ini menandakan bahwa Rossi telah berpartisipasi dalam nyaris 40% balapan yang telah digelar sejak 1949.

Selama berkarir di Grand Prix, Rossi telah mengoleksi 222 podium, yang di antaranya merupakan 114 kemenangan, 61 runner up dan 47 posisi ketiga. Sirkuit Termas de Rio Hondo pun dikenal cukup bersahabat dengan Rossi, dan rider berusia 38 tahun ini pun berpeluang menambah koleksi trofinya akhir pekan nanti. (mgp/kny)

source :
https://rj0aezwj9va4a8.storage.googleapis.com/index_18.html
https://54px0kl60cmifg.storage.googleapis.com/index_19.html
https://hghzaoyezknlo1.storage.googleapis.com/index_20.html
https://eb51exvoz2bkkt.storage.googleapis.com/index_21.html
https://pixbikjqcs0pse.storage.googleapis.com/index_22.html
https://caswuty4xcwul9.storage.googleapis.com/index_23.html
https://zn14s2he9f8h47.storage.googleapis.com/index_24.html
https://yhu4azqmomexac.storage.googleapis.com/index_25.html
https://fa5ax2qbftjpll.storage.googleapis.com/index_26.html
https://v7tuje4c2r27r4.storage.googleapis.com/index_27.html

Keanu Reeves: Marquez Bagai Singa, Rossi Supercerdas

Aktor ternama Hollywood, Keanu Reeves dikenal sebagai penggemar berat balap motor dan belakangan sangat “rajin” menonton MotoGP secara langsung dengan mengunjungi beberapa sirkuit dan bertemu langsung dengan para pembalap. Dalam wawancaranya bersama Marca, Reeves mengaku memiliki banyak rider favorit.

Pria berusia 52 tahun yang terkenal dengan perannya di film Speed, The Matrix dan John Wick ini mengaku mengagumi “Four Aliens”, yakni Marc Marquez, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa dengan alasan yang berbeda-beda. Ia bahkan menyebut Marquez berani bagai singa dan menyebut Rossi rider yang sangat cerdik.

“Marc sangat berani dan gigih seperti seorang singa. Vale super cerdas dan teknis balapnya sungguh menakjubkan, ia juga sangat berani dalam berkompetisi. Dari Jorge saya mengagumi talenta alaminya dalam berkendara, ia sangat menakjubkan, dan sekalinya ia berada di depan, balapan berakhir bagi yang lain karena Anda tahu ia akan menang,” ujarnya.

Aktor asal Kanada yang lahir di Lebanon ini juga mengaku mengamati perkembangan rider baru Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales dan rider Suzuki Ecstar, Andrea Iannone. Menurutnya, kesuksesan kejuaraan balap motor terakbar dunia tersebut di masa depan ada di tangan Top Gun dan The Maniac.Keanu Reeves bersama Marc Marquez, Valentino Rossi, Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow. (c) Istimewa

“Saya juga suka Dani, ia sosok yang sangat baik, saya mengagumi caranya bersaing dengan rider yang lebih muda. Maverick dan Iannone merupakan rider yang paling menarik di masa depan. Saya tak bisa memilih satu. Tapi saya tahu MotoGP kini sangat menarik, ada begitu banyak pembalap dengan karakter yang kuat,” pungkas Reeves. (mrc/kny)

source :
https://9ha0top8eo2r8r.storage.googleapis.com/index_8.html
https://6x9sqnfmxpzo57.storage.googleapis.com/index_9.html
https://l68el8ngtyih24.storage.googleapis.com/index_10.html
https://kjbsc69s1nz6jy.storage.googleapis.com/index_11.html
https://vfr08ayir2wuoc.storage.googleapis.com/index_12.html
https://2ymckyvm87v4en.storage.googleapis.com/index_13.html
https://izvlih0gvhiaxw.storage.googleapis.com/index_14.html
https://68cmi6ikgsvpx7.storage.googleapis.com/index_15.html
https://7btlmrye5ac97i.storage.googleapis.com/index_16.html
https://tptkprl70m4e51.storage.googleapis.com/index_17.html

Dovizioso Akui Sempat Nyaris Kembali Ke Honda

Dovizioso Akui Sempat Nyaris Kembali Ke Honda

Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso akhirnya mengaku bahwa dirinya nyaris kembali ke Repsol Honda di MotoGP tahun ini, yakni tim yang pernah ia bela sepanjang musim 2009-2011. Hal ini Dovizioso sampaikan dalam wawancaranya bersama Sky Sports HD menjelang MotoGP Argentina akhir pekan nanti.

Usai Jorge Lorenzo memutuskan hijrah ke Ducati, posisi Dovizioso dan Andrea Iannone pun sempat terancam. Yamaha yang kehilangan Lorenzo pun berusaha merayu Maverick Vinales untuk dijadikan pengganti, dan menjadikan Dani Pedrosa sebagai rencana cadangan.

Andai Pedrosa benar-benar hijrah ke Yamaha, posisinya di Repsol Honda akan diambil alih oleh Dovizioso. Meski begitu, Vinales yang akhirnya menerima pinangan Yamaha membuat Pedrosa bertahan. Di lain sisi, Ducati ternyata juga lebih memilih Dovizioso ketimbang Iannone untuk dijadikan tandem Lorenzo.
Andrea Dovizioso saat masih membela Repsol Honda. (c) Honda
“Saya sempat nyaris kembali ke Honda. Alasan mengapa saya nyaris menerima tawaran Honda adalah, kenyataannya, mereka ingat kinerja saya saat kami bersama. Meski saya bukan lagi rider berusia 21 tahun yang cocok untuk proyek jangka panjang, Honda tahu apa yang bisa saya “bawa” ke sana,” ujar juara dunia GP125 2004 ini.

Dovizioso juga membicarakan peluangnya pindah ke Aprilia Racing Team Gresini, yang tahun ini akhirnya menaungi eks rider Suzuki Ecstar, Aleix Espargaro. Espargaro sendiri terbukti bukan pilihan yang salah, mengingat ia sukses menggebrak dengan finis keenam di MotoGP Qatar dua pekan lalu.

“Aleix menjalani balapan dengan begitu hebat. Saya rasa ia bekerja dengan sangat baik. Tapi saya takkan menilai rider mana pun dari balapan di Qatar,” tuturnya. Ketika ditanya apakah ia akan pindah ke Aprilia andai tak bertahan di Ducati tahun ini, Dovizioso menjawab. “Tidak, yang jelas tidak tahun ini,” pungkasnya. (sky/gpo/kny)

source :
https://jqfcs9mzziqy7b.storage.googleapis.com/index_107.html
https://wj2zvvw27k2u49.storage.googleapis.com/index_108.html
https://20035xpu9zuii7.storage.googleapis.com/index_109.html
https://hkntljchn1cej7.storage.googleapis.com/index_1.html
https://ywfop0zmleabpb.storage.googleapis.com/index_2.html
https://7kj1aoeyk9vv7y.storage.googleapis.com/index_3.html
https://hbobkfh9kynnfz.storage.googleapis.com/index_4.html
https://5mnu6jfq1uuxy4.storage.googleapis.com/index_5.html
https://p0wbtxsb520hvo.storage.googleapis.com/index_6.html
https://8p2nv18qliq89o.storage.googleapis.com/index_7.html

Ingat Argentina Clash Vs Dovizioso, Iannone Senewen

Menghadapi MotoGP Argentina akhir pekan ini, pembalap Suzuki Ecstar, Andrea Iannone mengaku tak mau lagi melakukan kesalahan besar seperti tahun lalu, di mana ia menabrak tandemnya di Ducati Corse kala itu, Andrea Dovizioso tepat di tikungan terakhir, membuat keduanya kehilangan peluang podium.

Iannone yang kala itu berada di posisi ketiga memang secara kontroversial bertekad menyalip Dovizioso di chicane terakhir Sirkuit Termas de Rio Hondo, namun motornya selip dan justru menyeret tandemnya keluar lintasan. Iannone terpaksa gagal finis, sementara Dovizioso harus menuntun motornya ke garis finis dan menduduki posisi 13.

“Tentu insiden itu merupakan kesalahan. Saya mengakuinya. Saya marah pada diri sendiri karena telah membawa bencana pada tim yang telah bekerja sangat baik. Tapi kini saatnya saya mengeluarkan seluruh potensi. Saya takkan melakukan kesalahan lagi. Saya menyukai lintasannya dan saya selalu kuat di sana,” ujar Iannone kepada La Gazzetta dello Sport.
Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso bertabrakan di tikungan terakhir MotoGP Argentina 2016. (c) PecinoGP
The Maniac pun kembali menegaskan bahwa insiden “Argentina Clash” bukanlah alasan Ducati Corse mendepaknya dan menggantikannya dengan Jorge Lorenzo tahun ini. Rider Italia berusia 27 tahun ini menyatakan bahwa keputusannya hengkang dari Ducati murni keputusannya sendiri.Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso bertabrakan di tikungan terakhir MotoGP Argentina 2016. (c) PecinoGP

“Saya ulangi sekali lagi. Apa yang terjadi setahun lalu tidak memengaruhi masa depan saya di Ducati. Jika saya mau, saya bisa bertahan, tapi kami tak mencapai kesepakatan. Apakah saya menduga Jorge akan kesulitan? Saya tak pernah berpikir begitu. Tapi saya akui, Ducati itu “menakutkan”,” pungkasnya. (lgs/kny)

source :
https://ql1o81h2ozys7p.storage.googleapis.com/index_97.html
https://x4n3jqs6rnm807.storage.googleapis.com/index_98.html
https://y7gqzb4tlqx41t.storage.googleapis.com/index_99.html
https://kqqt3vrwjwpkoe.storage.googleapis.com/index_100.html
https://vj594ogisx2a4q.storage.googleapis.com/index_101.html
https://eul2m6nfx1frqe.storage.googleapis.com/index_102.html
https://3ug5vfio6ps8q0.storage.googleapis.com/index_103.html
https://y0xvslh3wnthc2.storage.googleapis.com/index_104.html
https://h7ch7bu7vks9h6.storage.googleapis.com/index_105.html
https://0jk00si9ahlwl8.storage.googleapis.com/index_106.html