KTM Bidik Gelar Tiga Tahun Lagi, Espargaro: Nyaris Mustahil

KTM Bidik Gelar Tiga Tahun Lagi, Espargaro: Nyaris Mustahil

Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pol Espargaro menyatakan bahwa pabrikan asal Austria tersebut menargetkan gelar dunia MotoGP tiga tahun lagi. Hal ini ia sampaikan dalam wawancaranya dengan MotoGP.com menjelang Seri Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo akhir pekan nanti.

2017 merupakan musim perdana KTM turun penuh sebagai tim pabrikan. Sebagai pabrikan baru, langkah mereka bersama Espargaro dan Bradley Smith memang tak mudah dalam memulai kompetisi. Meski begitu Espargaro tetap optimis menatap masa depan, apalagi menurutnya proses pengembangan RC16 berjalan cukup cepat.

“KTM berkata mereka ingin memperebutkan gelar dunia tiga tahun lagi. Menurut saya, ini sulit dan nyaris mustahil, tapi saya percaya pada mereka. Saya di sini untuk meraih kemenangan, dan mereka telah berhasil melakukannya di semua kejuaraan, jadi kenapa tidak di MotoGP juga?” ujarnya.
Pol Espargaro (c) KTM
“Kehidupan tercipta untuk petualangan, jadi kita coba saja. Pengembangan kami begitu cepat, Anda takkan bisa tahu apa yang bakal terjadi di pertengahan musim. Semoga saya bisa segera memperebutkan poin. Memang bakal sulit, tapi saya percaya pada KTM,” ungkap juara dunia Moto2 2013 ini.Pol Espargaro (c) KTM

Rasa percaya yang diberikan Espargaro pun terbayar dalam beberapa aspek, mengingat RC16 memiliki karakter yang cocok dengan gaya balap rider Spanyol tersebut ketimbang YZR-M1 milik Monster Yamaha Tech 3, tim yang ia bela selama tiga musim belakangan.

“Dengan Yamaha, saya selalu “mengikuti” motor, karena saya cukup agresif. Saya mencoba smooth tapi tak bisa berkendara sesuai keinginan. Dengan KTM, saya merasa menyatu dengan motor. Motor kami liar, kuat di titik pengereman dan saya bisa mengerem lebih lambat. Saya suka cara mengendarai motor kami dan saya rasa lebih baik dari Yamaha,” pungkasnya. (mgp/kny)

source :
https://260bo4zafgkkyf.storage.googleapis.com/index_68.html
https://yqho3xg5tam8pj.storage.googleapis.com/index_69.html
https://yl1qeoc2if7s0a.storage.googleapis.com/index_70.html
https://542jbh5m95kxcm.storage.googleapis.com/index_71.html
https://f99yay15ksu9hr.storage.googleapis.com/index_72.html
https://514neyvz1epck3.storage.googleapis.com/index_73.html
https://tswcpcavxqwl69.storage.googleapis.com/index_74.html
https://m1pptrblzn7xrz.storage.googleapis.com/index_75.html
https://woy26fkabsryjf.storage.googleapis.com/index_76.html
https://zsqvepj71u4so8.storage.googleapis.com/index_77.html

Aturan Ketat Rombongan Raja Salman Sampai Cek Kabel Mobil

 Aturan Ketat Rombongan Raja Salman Sampai Cek Kabel Mobil

Aturan ketat dalam kunjungan kenegaraan memang menjadi sesuatu yang sudah bersifat wajib. Hal yang sama pun didapati sopir Indonesia eks pengantar rombongan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Sang sopir yang bernama Ali Hamid mengaku aturan itu begitu ketat sampai-sampai siapa pun harus inspeksi pada setiap kedatangan.

“Jadi pada saat pertama kami standby di St Regis Hotel, itu dari tanggal 3. Kegiatan yang pertama kami lakukan itu geladi resik dari hotel ke airport, dari airport ke hotel, durasinya 30 menit, tetap dikawal karena ada beberapa rangkaian. Tanggal 4 kami standby. Sistemnya itu seperti tentara, kami pagi hari apel,” ujar Ali.

Semua orang dan mobil disterilisasi, mulai dari fisik kendaraan, fisik pengemudinya, dan tensi darah setiap hari. Dengannya, semua hal bisa dianggap betul-betul steril agar jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam perjalanan.

“Tanggal 4 berangkat sekitar pukul 11.00, apel lagi di bawah pimpinan Danpom Mayor Made Prima. On the way ke hotel hampir 11.30. Apel, pengaturan dari protokoler. Sec satu, sec dua, mobil raja, sec tiga, sec empat, sec lima, di belakan sec lima itu baru saya. Lalu Aphard non seat, Land Cruiser, sampai 28 mobil, Paling terakhir vorijder, mobil kepolisian,” ujarnya memberi gambaran.

Sebelumnya, rombongan langsung masuk hanggar ruang VVIP. Jadwal pesawat raja adalah pukul 16.30. Sampai di hanggar, semua orang pun diperiksa lagi.

“Tetapi yang periksa beda lagi, dari penanggung jawab Angkasa Pura, dan Lanud setempat. Cek kendaraan, cek mereka, ada anjing yang besar itu. Cek tekanan ban, kalau ada yang kurang langsung diisi, sampai ke kabel-kebel bodi. Setelah itu ada photo session, nama pengemudi dan mobil dicatat satu per satu,” paparnya.

source :
https://8jqpiqjfao2gc9.storage.googleapis.com/index_32.html
https://kpoqyw3sf49ipl.storage.googleapis.com/index_33.html
https://q81ehi9e4euu6b.storage.googleapis.com/index_34.html
https://1a7szskuealukm.storage.googleapis.com/index_35.html
https://ajqi29r02svl31.storage.googleapis.com/index_36.html
https://lsne55aw1xrx7y.storage.googleapis.com/index_37.html
https://9e6bvv0y90jjg1.storage.googleapis.com/index_38.html
https://fbw167lg2xebqs.storage.googleapis.com/index_39.html
https://qozq6t2fwhsic0.storage.googleapis.com/index_40.html
https://5zwwxkss3vo82y.storage.googleapis.com/index_41.html